Wisata Kuliner
Bakmi Pentil


Eits, awas! Jangan salah menyebut nama bakmi ini. Kepleset sedikit ketika nyebut huruf è jadi é bisa berabe! Bakmi ini disebut pentil karena bentuknya mirip dengan pentil sepeda. Itu loh, karet berwarna merah pada sistem katup pada ban jaman dulu. Kalo sekarang, ban berpentil sudah jarang digunakan. Terbuat dari tepung kanji, membuat bakmi ini terasa kenyal dan ulet. Rasanya asin sehingga untuk memakannya perlu ditemani dengan sejumput sambel. Ada 2 jenis bakmi, yang kuning dan putih. Yang kuning ukurannya lebih besar dan tebal daripada yang putih, rasanya sih sama saja. jajanan ini bisa didapatkan di seputaran pasar beringharjo. Sumber : jengjeng.matriphe.com/index.php/2007/06/22/jajanan-pasar-beringharjo.html

Wedang Secang


Wedang secang adalah salah satu minuma yang sangat baik untuk kesehatan terbuat dari kayu secang , ditambah gula batu, sere dan jahe. Manfaat wedang secang antara lain dapat mengatasi gangguan pembuluh darah koroner yang menyempit. Selain itu, juga berfungsi mengurangi tekanan darah sehingga perdaran darah menjadi lancar. Anda dapat membuat sendiri wedang secang yang berkhasiat ini, cara membuatnya cukup mudah. Seperti menyeduh air, tuangkan air dan bahan secang ke dalam baskom. Setelah bahan-bahan dicuci, langsung masukkan ke dalam baskom bersama air yang akan diseduh. Setelah mendidih matang, air secang bisa diminum. Tuang dalam gelas. Beri gula pasir atau gula batu seperlunya. Nikmat rasa tak terkira. Hangat tubuh serasa disinari matahari pagi. Saat ini bahkan sudah ada wedang secang dalam kemasan celup yang mudah aplikasinya. sekiranya anda ingin menikmati wedang secang dengan suasana berbeda dapat ikut dalam paket ziarah di makam Panembahan Senopati di komplek makam Kotagede.

Roti Kolomben


Roti ini bentuknya mirip mobil sedan atau malah bentuknya lebih mirip duit tail di film-film kungfu tiongkok itu. Kotak, tapi ada semacam tonjolan di tengahnya.. Roti ini strukturnya mirip-mirip Cakwe, tapi pori-porinya lebih sempit. Sepertinya hanya terbuat dari tepung terigu, telur, gula, dan ragi. Roti ini ringan dan tidak padat. Rasanya sih biasa, standar. Menurut cerita sih, roti ini merupakan roti yang sering dimakan oleh para kaum menengah ke bawah alias kere. Kata “kolomben” diduga berasal dari kata “kala mben” yang berarti “dahulu kala”. Bisa jadi roti ini “dulu” begitu populer dan amat sedikit ditemukan, sehingga disebut “roti” pada masa dahulu. Roti ini dapat dijumpai di kawasan Pasar Beringharjo sumber : jengjeng.matriphe.com/index.php/2007/06/22/jajanan-pasar-beringharjo.html